Pondok Pesantren Darunnajah didirikan oleh beliau Kyai
Muhammad Zainal Abidin yang menikah dengan Ibu Nyai Muqinah yang berlokasi
di Dusun Tosari timur RT/RW. 004/002 Ds. Kebonagung Kec. Sawahan Kab.
Nganjuk Provinsi Jawa timur.
Untuk lebih jelasnya, tahun berdirinya Pondok
Pesantren Darunnajah belum tahu pasti kejelasanya karena belum diketahui saksi
hidup.
Dan setelah wafatnya beliau KH. Muhammad Zainal
Abidin dilanjutkan oleh putra beliau yaitu KH. Abdul Muhit pada tahun
1975/1976.
Berdiri sebuah Yayasan yang diberi izin oleh beliau KH. Abdul Muhit maka yang diberi nama Yayasan Darunnajah Yayasan dimaksud telah terdaftar pada kantor Notaris Pitoyo Kusumo, SH. No. 09 tahun 2000 dan mempunyai rangkaian program baik berjangka panjang maupun berjangka pendek, yang kesemuanya dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional dan atau cita-cita yayasan sebagaimana tertuang dalam Anggaran Dasar Yayasan Pendidikan dan Sosial Darunnajah.
Dalam Pernikahan KH. Abdul Muhit (Alm) dengan Ibu Nyai
Hj. Dewi Roqibah dikaruniai 6 Putra yaitu:
1. Gus
Muhammad Hasyim Asy’ari (Gus Hasyim)
2. Gus Daud & Gus Sulaiman ( Alm)
3. Gus
Imam Abu Hamid (Gus Mamik)
4. Gus
Muhammad Izzudin (Gus Mad) Alm.
5. Gus
Abdul Aziz Ali Imron (Gus Aziz)
Dalam sebuah Yayasan tersebut ada beberapa Lembaga
diantaranya yaitu:
1. Pondok
Pesantren Darunnajah
2. Madin
Hidayatul Mubtadiin
3. TK
4. LKSA
5. MA.
Darunnajah
6. MTs.
Darunnajah
Pada tahun 2015 periode kepengasuhan Pondok Pesantren
Darunnajah dilanjutkan oleh beliau KH. Hasyim Asy'ari.
Saat ini Lembaga yang diasuh oleh KH. Hasyim Asy'ari
ini lambat laun mulai memperlihatkan perkembangannya yang sangat signifikan,
terbukti dengan bertambah banyaknya santri baik putra maupun putri tidak kurang
ada 300an santri yang juga berasal dari berbagai daerah bahkan ada yang dari
luar pulau jawa.
Banyaknya kemajuan tersebut merupakan fenomena hasil
dari respon masyarakat yang memiliki kepercayaan bahwa pendidikan di Pondok
Pesantren Darunnajah sangat tinggi dan memiliki kualitas yang tidak kalah dari
lembaga pendidikan formal yang lainnya.
Hal tersebut juga ditunjang dari lokasi yang cukup
strategis dan sarana pendidikan serta ketrampilan untuk para santri yang
insya’alloh cukup memadai.
Sumber: KH. Hasyim Asy'ari
Update 06 April 2022
Admin

Posting Komentar